Jadi Tuan Rumah HPN 2026, Andra Soni Ingin Iklim Kebebasan Pers di Banten Terjaga

SERANG RAYA INFO, SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya menjaga iklim kebebasan pers yang sehat dan bertanggung jawab di Provinsi Banten, seiring dengan ditunjuknya Banten sebagai tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni di tengah persiapan pelaksanaan HPN 2026 yang akan berlangsung pada 6 hingga 9 Februari 2026 mendatang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, PWI Provinsi Banten, serta seluruh unsur insan pers, terus melakukan koordinasi agar agenda nasional tersebut berjalan lancar.

“Alhamdulillah, persiapan berjalan bersama-sama dengan PWI Pusat, PWI Provinsi Banten, dan seluruh unsur pers yang ada di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni, Minggu (1/2/2026).

Menurut Andra, HPN bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk menegaskan peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pembangunan daerah. Ia menilai kebebasan pers yang terjaga dengan baik akan melahirkan produk jurnalistik yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.

“Pers memiliki peran penting dalam menjaga iklim kebebasan berpendapat yang sehat, bertanggung jawab, dan beretika. Pers juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik,” katanya.

Ia berharap, melalui peringatan HPN 2026, insan pers dapat menjadikan Banten sebagai ruang refleksi dan konsolidasi untuk memperkuat peran pers dalam mendukung pembangunan demokrasi serta kesejahteraan masyarakat.

“Semoga kebebasan pers terus tumbuh dengan baik dan pers dapat menjadi bagian dari pendukung sekaligus mitra strategis menuju Banten maju, adil merata, dan tidak korupsi,” pungkas Andra.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai pelaksanaan HPN 2026 di Banten juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat nasional.

“Melalui peringatan HPN tahun 2026, mudah-mudahan Provinsi Banten semakin dikenal dan terangkat seluruh potensi wilayahnya,” ujarnya.

Dimyati berharap pers terus berperan sebagai penyedia informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial. Selain itu, pers diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun solusi bagi keberlangsungan pembangunan.

“Pers juga ikut melakukan pengawasan terhadap roda pemerintahan. Kami menyambut baik kehadiran pers dan media massa untuk memberikan masukan yang konstruktif,” pungkasnya. (*)

Share this content:

Post Comment