Realisasi Pendapatan UPTD P3T Distan Banten Tembus 200% Lebih
SERANG RAYA INFO, SERANG — Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengujian Pakan dan Pembibitan Ternak (UPTD P3T) Dinas Pertanian Provinsi Banten berhasil mencatatkan kinerja penerimaan yang melampaui target secara signifikan pada tahun anggaran berjalan. Hingga Oktober, total realisasi penerimaan UPTD tersebut mencapai Rp 703,987 juta, atau setara 206,5 persen dari target Rp 341 juta yang ditetapkan.
Kepala UPTD P3T Dinas Pertanian Provinsi Banten, Manik Ratraya, mengungkapkan bahwa capaian fantastis ini didorong oleh optimalisasi dua lini utama pendapatan yaitu jasa pengujian laboratorium dan penjualan hasil ternak.
“Alhamdulillah, hingga Oktober kemarin, realisasi kita sudah menembus dua kali lipat lebih dari target awal. Ini menunjukkan bahwa layanan publik yang kami sediakan, baik di sektor hasil ternak maupun pengujian pakan, mendapat respons positif dan kepercayaan tinggi dari masyarakat dan industri,” ujar Manik, Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan data internal UPTD P3T, total penerimaan pada tahun berjalan didominasi oleh sektor hasil ternak, yang mencapai Rp 518,4 juta dari penjualan hasil ternaknya. Sementara itu, jasa yang terkait layanan laboratorium pakan, menghasilkan pendapatan sebesar Rp 183 juta. Selain itu ada dari sektor retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga mencapai Rp 1,6 juta.
Tren kenaikan realisasi yang tembus 200 persen dari target itu sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2024 misalnya tercatat realisasi pendapatan mencapai Rp 671,437 juta dari target Rp 306 juta, yang juga didominasi dari penjualan hasil ternak yakni sebanyak Rp 496,2 juta.
“Kenaikan target dan realisasi ini menunjukkan bahwa potensi peternakan dan layanan pendukungnya di Banten sangat besar,” tambahnya.
Guna mempertahankan momentum positif ini, kata Manik, UPTD P3T telah menyiapkan rencana strategis jangka menengah, terutama untuk pengembangan layanan laboratorium pakan.
“Pada proyeksi tahun 2026, kami akan mengembangkan layanan laboratorium pakan dengan menambah ruang lingkup menjadi tujuh parameter utama dari sebelumnya 6 parameter yang kami layani,” papar Manik.
Fokus pengembangan tersebut adalah kemampuan pengujian spesifik untuk aflatoksin, sebuah senyawa racun yang sangat krusial dalam keamanan pakan ternak. Layanan ini, yang dipatok tarif minimal Rp 600.000 per sampel, diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar layanan laboratorium pakan UPTD P3T.
“Saat ini, Banten (UPTD P3T Dinas Pertanian Banten) sudah berada di posisi nomor 4 secara nasional yang memiliki otoritas untuk menerbitkan sertifikat lulus pengujian pakan. Dengan penambahan parameter, khususnya aflatoksin, kami berharap dapat menjadi rujukan utama bagi industri pakan di Pulau Jawa dan sekitarnya,” tutupnya.
Manik menjelaskan UPTD P3T Distan Banten berpatokan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2004 dalam menjalankan operasional dan penetapan harga layanan mereka selama ini.
Terkait populasi ternaknya sendiri, data UPTD P3T mencatat domba sebagai ternak dengan populasi tertinggi, yakni 679 ekor yang terdiri atas anak, bakalan, dan dewasa. Diikuti kambing dengan 53 ekor, serta sapi perah sebanyak 28 ekor. Adapun sapi potong tercatat berjumlah 24 ekor, sementara kerbau sebanyak 10 ekor. Untuk jenis unggas, tercatat 406 ekor ayam berada dalam pemeliharaan instalasi. (*)



Post Comment