Osaka Steel Tutup Pabrik, Krakatau Steel Sebut Pasar Baja Sedang Tertekan
SERANG RAYA INFO, SERANG — Produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd., memutuskan untuk menghentikan operasional pabriknya di Indonesia melalui anak usaha PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Keputusan tersebut diambil di tengah kondisi pasar baja domestik yang dinilai sedang mengalami tekanan.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), sebagai pemegang saham minoritas dalam kerja sama tersebut, menyatakan bahwa penutupan pabrik merupakan keputusan bisnis yang diambil oleh Osaka Steel dengan mempertimbangkan kondisi pasar.
Manajemen Krakatau Steel menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir industri baja nasional menghadapi tantangan berat, terutama akibat melemahnya permintaan pasar dan penyesuaian belanja infrastruktur. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kinerja sejumlah produsen baja, termasuk entitas hasil kerja sama dengan Osaka Steel.
“Pasar baja saat ini memang sedang tertekan. Permintaan belum sepenuhnya pulih sehingga berpengaruh pada keberlanjutan operasional,” kata Corporate Secretary (Corsec) Fedaus, Kamis (29/1).
Osaka Steel diketahui merupakan pemegang saham mayoritas PT Krakatau Osaka Steel dengan kepemilikan sekitar 86 persen, sementara Krakatau Steel memegang sisanya. Perusahaan patungan tersebut bergerak di bidang produksi baja konstruksi dan beroperasi di kawasan industri Cilegon, Banten.
Berdasarkan informasi yang beredar, penghentian produksi direncanakan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan 2026. Manajemen disebut telah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk restrukturisasi, sebelum akhirnya memutuskan untuk menghentikan kegiatan usaha di Indonesia.
Krakatau Steel memastikan bahwa keputusan Osaka Steel tersebut tidak berdampak langsung terhadap operasional utama perseroan. Perusahaan juga menyatakan akan mengikuti seluruh proses yang berjalan sesuai ketentuan dan menjaga kepentingan pemegang saham serta karyawan yang terdampak. (*)
Sumber: bisnis.com
Share this content:



Post Comment