Dua Tokoh Banten Gagal Jadi Pahlawan Nasional, Soeharto Melenggang
SERANG RAYA INFO, SERANG — Dua tokoh perjuangan asal Banten, K.H. Tubagus Ahmad Chatib bin Wasi’ al Bantani dan Wasyid bin Muhammad Abbas (Ki Wasyid), gagal ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini.
Sementara itu di nama Presiden ke-2 RI Soeharto justru masuk daftar penerima gelar kehormatan tersebut bersama sembilan tokoh lain.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Lukman, membenarkan bahwa usulan penetapan K.H. Tubagus Ahmad Chatib dari Serang dan Ki Wasyid dari Cilegon telah diajukan secara resmi.
”Secara resmi kita sudah mengajukan dua: dari Cilegon Ki Wasyid sama Ahmat Chatib dari Serang. Tapi belum (disahkan),” kata Lukman usai menghadiri upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ciceri, Kota Serang, Senin (10/11).
Menurut Lukman, Pemprov Banten menilai kedua tokoh tersebut sangat layak mendapat gelar pahlawan nasional, mengingat kontribusi besar mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Banten.
”Semua kajian dan bukti-bukti lainnya sudah kita berikan di sana, tapi kan kalau urusan penilaian di tim di sana. (Alasan tidak ditetapkan) tidak tahu, bukan ranah kita,” jelasnya.
Meskipun usulan tahun ini gagal diterima oleh pemerintah pusat, Lukman menegaskan Pemprov Banten tidak akan menyerah. Pihaknya akan kembali memperjuangkan dua nama tersebut pada periode pengajuan berikutnya.
”Kita coba usulkan lagi karena ini kan secara kesejarahan dan perjuangan beliau-beliau itu sudah sangat dirasa oleh kita semua, dan secara kelayakan menurut kita itu sudah cukup layak,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Sosial, secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa, termasuk mantan Presiden RI Soeharto, dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).
Penganugerahan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun ini.
Kesepuluh tokoh yang menerima gelar Pahlawan Nasional ini dinilai telah memberikan kontribusi besar dan pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara, baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun pembangunan pasca-kemerdekaan.
Selain Soeharto, sembilan tokoh lain yang juga dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional adalah:
Sultan Iskandar Muda (Aceh), K.H. Abdul Wahab Chasbullah (Jawa Timur), Haji Muhammad Soepardjo Roestam (Jawa Tengah), Hj. Fatmawati (Bengkulu), Letjen (Purn.) Bambang Soegeng (Jawa Tengah), dan Dr. J. Leimena (Maluku).
Berikutnya, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Sulawesi Tenggara), Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono (Yogyakarta), dan Mohammad Mangundiprojo (Jawa Timur).
Sebelumnya, Para demonstran yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto atau Gemas menggeruduk kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta pada Kamis, 6 November 2025. Mereka menilai pemberian gelar kepada Soeharto akan mencederai status kepahlawanan di Indonesia.
Perwakilan Gemas, Axel Primayoga, menyebut Soeharto berperan dalam pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi, kolusi, serta nepotisme. Dia mengatakan rekam jejaknya itu membuat Soeharto tak cocok mendapat gelar pahlawan nasional. (*)
Diolah dari: banpos.co dan tempo.co



Post Comment