Pemerintahan
Berita Resmi Statistik, BPS Banten, Ekonomi Banten 2025, Indikator Sosial Ekonomi, Kemiskinan Banten, Kota Serang, KP3B Curug, PDRB Banten, Pemerintah Provinsi Banten, Penduduk Miskin Banten, Pengangguran Banten, Pertumbuhan Ekonomi Banten, Statistik Banten, Tenaga Kerja Banten
Admin
0 Comments
Berkurang Sekitar 12 Ribu, Penduduk Miskin di Banten Masih 700 Ribu Orang Lebih
SERANG RAYA INFO, SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah penduduk miskin di Banten pada September 2025 sebanyak 760,85 ribu orang. Jumlah tersebut berkurang 11,9 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Persentase penduduk miskin turun 0,12 poin menjadi 5,51 persen. Data tersebut disampaikan dalam Ekspose Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Banten di KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (5/2/2026).
Sebagai perbandingan, jumlah penduduk miskin di Banten tersebut berada pada kisaran yang hampir setara dengan jumlah penduduk Kota Serang, yang berdasarkan data kependudukan berada di kisaran 700 ribu jiwa.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Budi Santoso menyampaikan bahwa penurunan kemiskinan terjadi seiring dengan penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan jumlah penduduk yang bekerja, terutama di wilayah perdesaan. “Tingkat pengangguran turun. Penurunannya cukup terasa di perdesaan,” kata Budi.
Ia menjelaskan, penambahan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor pertanian, diikuti industri pengolahan dan perdagangan. “Ketika sektor pertanian naik paling tinggi, dampaknya terlihat pada penurunan pengangguran perdesaan,” ujarnya.
Budi menambahkan, program pembangunan daerah diarahkan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan UMKM. Program tersebut antara lain Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sekolah gratis SMA, SMK, dan SKh swasta, Sekolah Rakyat, bantuan keuangan desa, pengembangan koperasi, serta pembentukan zona ekonomi baru.
Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menyampaikan bahwa indikator makro ekonomi Banten menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif. “Pertumbuhan ekonomi positif dan ada akselerasi. Secara umum diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan,” ujar Yusniar.
Ia menambahkan, karakteristik kemiskinan di wilayah perkotaan dan perdesaan berbeda. “Karakter kemiskinan kota dan desa berbeda, sehingga pendekatan intervensinya perlu dirinci,” katanya.
BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Banten pada November 2025 sebanyak 6,05 juta orang, atau bertambah 296,34 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Penambahan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian sebanyak 159,35 ribu orang, industri pengolahan 138,92 ribu orang, dan perdagangan 75,09 ribu orang.
Proporsi pekerja penuh tercatat sekitar 75,10 persen, dengan komposisi pekerja formal 52,72 persen.
Ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibandingkan 2024. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,64 persen secara tahunan (year-on-year) dan 2,22 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter).
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten tahun 2025 tercatat Rp873,63 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp560,27 triliun atas dasar harga konstan. Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, serta konsumsi rumah tangga dan investasi. (*)
Share this content:



Post Comment