Andra Soni Ingin Bank Banten Jadi Pendorong Peningkatan PDRB
SERANG RAYA INFO, BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni mendorong Bank Banten berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten.
Menurut Andra Soni, posisi Banten sebagai wilayah penyangga pusat perekonomian nasional dengan jumlah penduduk sekitar 12,4 juta jiwa merupakan potensi besar yang harus dioptimalkan melalui penguatan sektor keuangan daerah.
“PDRB kita nomor enam tertinggi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, sudah mendekati Rp1 triliun. Bank Banten sudah berada di wilayah yang benar,” ujar Andra usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Bank Banten di Kota Tangerang, Kamis (12/2/2026).
Ia menyebut, pertumbuhan PDRB Banten yang pada 2025 tercatat di atas Rp900 miliar dan ditargetkan menembus lebih dari Rp1 triliun pada 2026, perlu ditopang oleh lembaga keuangan daerah yang kuat. Dalam pandangannya, bank pembangunan daerah memiliki fungsi strategis sebagai intermediary yang menggerakkan pembiayaan sektor produktif, memperluas akses perbankan masyarakat, serta memperkuat perputaran uang di daerah.
Andra berharap penggunaan layanan Bank Banten semakin meluas di kalangan masyarakat, baik melalui kartu ATM, transaksi QRIS, maupun aplikasi mobile banking. Peningkatan transaksi non-tunai dan penghimpunan dana di bank daerah dinilai dapat memperbesar kapasitas pembiayaan bagi pelaku usaha dan program pembangunan daerah.
Sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), Andra menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Bank Banten, termasuk melalui pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota ke Bank Banten. Saat ini, lebih dari separuh pemerintah kabupaten dan kota di Banten telah atau akan menempatkan RKUD di bank tersebut.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, melaporkan kinerja perusahaan periode 2023–2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif. Laba bersih unaudited tercatat Rp64,84 miliar, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) 4,67 persen dan rasio operasional di bawah 100 persen. Pada 2025, rata-rata pertumbuhan mencapai 30 persen dibandingkan 2024, dan diproyeksikan tumbuh 27 persen pada 2026.
Bank Banten juga menargetkan pengelolaan RKUD delapan kabupaten/kota di Banten sebagai bagian dari roadmap menuju lima besar bank pembangunan daerah nasional.
Andra menilai, jika penguatan kelembagaan, ekspansi bisnis, serta sinergi dengan pemerintah daerah berjalan konsisten, Bank Banten dapat menjadi motor penggerak ekonomi regional. Peran tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka PDRB, tetapi juga berdampak langsung pada sektor usaha dan masyarakat.
Dengan penguatan intermediasi keuangan, perluasan pembiayaan UMKM, serta peningkatan layanan digital, Bank Banten diharapkan berkontribusi nyata dalam mendorong peningkatan PDRB dan memperkuat daya saing ekonomi Provinsi Banten ke depan.
Share this content:



Post Comment