Wagub Banten Dimyati Minta Masyarakat Tidak Ganggu Investasi
SERANG RAYA INFO, LEBAK — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengganggu aktivitas investasi yang masuk ke Provinsi Banten. Menurutnya, gangguan terhadap investasi justru akan berdampak kontraproduktif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dimyati dalam Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari–Desember 2025 yang digelar di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (27/1/2026).
“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mengganggu investasi. Jika investasi diganggu, hal itu akan menjadi kontraproduktif. Kita justru ingin menarik minat para investor agar mau menanamkan modalnya di daerah kita,” tegas Dimyati.
Dimyati menekankan bahwa investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, menjaga iklim investasi yang kondusif menjadi tanggung jawab bersama.
Ia juga menegaskan bahwa kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota memiliki kepentingan yang sama dalam menarik investor ke wilayah masing-masing.
“Bupati dan Wali Kota tentu ingin semua orang berinvestasi di daerahnya. Jika tiba-tiba investasi itu diganggu, maka upaya kita bersama akan menjadi sia-sia,” ujarnya.
Permintaan tersebut sejalan dengan kinerja positif realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang 2025. Berdasarkan data Pemprov Banten, total investasi yang masuk mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target tahunan, dengan lonjakan signifikan terjadi pada Triwulan IV 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti menjelaskan, pada Triwulan IV 2025 realisasi investasi mencapai Rp38,6 triliun, yang menjadi pengungkit utama capaian Semester II dan realisasi tahunan.
Realisasi Triwulan IV tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp19,30 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,28 triliun, dengan total 31.185 proyek dan penyerapan 58.733 tenaga kerja.
“Secara kumulatif sepanjang 2025, total realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun, dengan PMDN sebesar Rp73,20 triliun dan PMA sebesar Rp56,96 triliun,” kata Virgojanti.
Virgojanti menambahkan, sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi kontributor utama investasi, disusul sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri. Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi pusat utama investasi di Banten.
Selain itu, investasi berbasis hilirisasi juga menunjukkan penguatan signifikan. Pada Triwulan IV 2025, nilai investasi hilirisasi mencapai Rp17,5 triliun atau sekitar 45,33 persen dari total investasi triwulan tersebut. (*)
(Diolah dari press release Biro Adpim Setda Pemprov Banten)



Post Comment