Banten Masuk 10 Besar Penyumbang Kasus HIV/AIDS di Indonesia

SERANG RAYA INFO, SERANG — Provinsi Banten tercatat masuk dalam 10 besar provinsi penyumbang kasus HIV/AIDS di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan edukasi dan pencegahan sejak dini, khususnya melalui keluarga dan jalur pendidikan.

Hal itu terungkap dalam audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten dengan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026).

Sekretaris KPA Provinsi Banten, dr Santoso Edi Budiono, mengatakan Indonesia saat ini berada di peringkat ke-14 dunia dalam penyebaran HIV/AIDS. Dari total kasus nasional, 73 persen di antaranya disumbang oleh 11 provinsi, termasuk Provinsi Banten yang berada di peringkat kesembilan.

“Kami bekerja dari hulu melalui sosialisasi dan pencegahan. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah stigma dan diskriminasi yang masih menghambat penemuan serta pengobatan penderita HIV/AIDS,” ujar Santoso.

Ia menambahkan, edukasi HIV/AIDS idealnya sudah dapat dimulai sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama melalui pendidikan kesehatan reproduksi. Menurutnya, materi pendidikan jasmani dan kesehatan yang ada saat ini masih bersifat pengantar dan belum menyentuh aspek teknis pencegahan secara komprehensif.

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menyampaikan bahwa masih tingginya kasus penularan HIV/AIDS di kabupaten dan kota menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi di ranah keluarga dan anak-anak, khususnya pelajar.

“Insya Allah nanti akan kita formulasikan agar program-program ini bisa dijalankan bersama, terutama terkait pengetahuan anak-anak tentang kesehatan reproduksi, hubungan seksual, serta penularan penyakit melalui hubungan seksual,” kata Tinawati.

Tinawati menegaskan, peran keluarga sangat strategis dalam pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, pendekatan edukasi sebaya dinilai lebih efektif karena anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah menerima informasi dari teman sebayanya.

Dalam audiensi tersebut, KPA juga menyampaikan keinginannya untuk terlibat aktif dalam program PKK Mengajar, sebagai upaya membuka pemahaman masyarakat, menghilangkan stigma, serta memperkuat langkah pencegahan HIV/AIDS di Provinsi Banten.

Santoso menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mencapai target triple zero pada 2030, yakni nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi.

“Jika target triple zero tercapai, kita berharap Indonesia memiliki generasi yang lebih sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)

(Diolah dari press release Biro Adpim Setda Pemprov Banten)

Post Comment

You May Have Missed