Investor Relokasi Bangun Pabrik ke Bekasi, Dampak Kasus Radioaktif Cs-137
SERANG RAYA INFO, SERANG – Kontaminasi radioaktif yang ditemukan di kawasan industri Cikande mulai berdampak pada keputusan investasi sejumlah pelaku industri. Temuan tersebut menimbulkan pertimbangan baru bagi perusahaan yang sedang merencanakan pembangunan fasilitas produksi.
Head of Industrial Services PT Leads Property Services Indonesia, Esti Susanti, menyampaikan adanya perusahaan yang memutuskan relokasi rencana pembangunan pabriknya dari Cikande ke Bekasi. Ia menyebut keputusan itu dipicu kekhawatiran terhadap isu kontaminasi radioaktif di kawasan tersebut.
Menurut Esti, informasi mengenai adanya sumber radioaktif yang berasal dari material scrap impor turut memengaruhi persepsi calon investor. Ia menyampaikan bahwa isu tersebut beredar dalam lingkup industri metal dan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menentukan lokasi investasi.
“Dan terkait dengan radioaktif, berdasarkan source yang kami baca, yang kami dengar, ini sebenarnya sumbernya dari luar, importir metal scrap yang bisa menyebabkan kontaminasi,” ujar Esti dalam acara Tren Properti 2025 & Market Outlook 2025 Leads Property di SCBD, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan, kasus kontaminasi itu memengaruhi perusahaan yang belum memulai pembangunan fisik. Leads Property menerima permintaan pemindahan lokasi dari salah satu perusahaan yang sebelumnya merencanakan pembangunan fasilitasnya di Cikande.
Esti menyebut perusahaan tersebut meminta relokasi sebelum mengeluarkan biaya konstruksi yang lebih besar. Permintaan itu juga disertai pengajuan pengembalian dana atas transaksi lahan yang telah dilakukan.
“Jadi dampaknya, kami menerima inquiry pindahan dari Cikande ke Bekasi. Sepuluh ribu meter persegi yang kita terima sudah transaksi di sana pindah. Mereka tidak meneruskan rencana pembangunannya, mereka minta refund,” katanya.
Ia menegaskan relokasi tersebut sudah dieksekusi dan diterima oleh pihaknya. Esti menyatakan tidak dapat mengungkapkan identitas perusahaan yang mengajukan relokasi tersebut.
Bekasi dipilih sebagai lokasi pengganti karena dianggap lebih aman dari pemberitaan mengenai kontaminasi radioaktif. Menurut Esti, reputasi kawasan industri menjadi aspek yang diperhitungkan investor dalam menetapkan rencana pembangunan pabrik.
“Sudah kami terima kebutuhan itu. Mereka pindah ke Bekasi yang memang proven tidak ada berita mengenai kontaminasi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Esti menyebut perusahaan yang sudah beroperasi di Cikande belum menunjukkan indikasi untuk melakukan relokasi. Tingginya biaya pemindahan fasilitas dan proses produksi yang sudah berjalan membuat mereka mempertahankan lokasi yang ada.
Ia menambahkan, perusahaan yang telah beroperasi cenderung mencari solusi teknis untuk meminimalkan risiko. Menurutnya, para pelaku industri tersebut mempertimbangkan efisiensi biaya dan melihat bahwa kontaminasi berasal dari sumber bahan scrap impor, bukan dari lingkungan setempat. (*)
Sumber: cnbcindonesia.com



Post Comment